PUISI

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planesWith ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Responses

  1. karyanya ditunggu…

  2. Ibu.

    Suatu hari aku merenungi diri

    Ketika sendirian, dan mengingat doamu yang kukirimkan padaku

    Kemudian kusebut satu-satu keinginanmu

    Yang memintaku menuju jalan yang kusenangi

    Dan kau pilihkan beberapa kebaikan

    Yang kau sengaja berikan

    Untuk cahaya di hatimu

  3. Andai Ku..

    andai ku bisa memahami lagi

    tentang diriMu dan artinya fajar yang mewarnai tiap lukisan langit

    tentang diriku dan artinya senja yang memanggil burung-burung untuk pulang

    dan malam yang menyembunyikan kesakitan dari terik siang

    menidurkan dahan-dahan yang mengayunkan irama angin

    membuka ruang-ruang yang Kau jadikan untukku berlepas diri

    dan memejamkan mata di sela kelelahan hati

    andai ku bisa memahami lagi

    tentang sentuhan mata air yang memercik bebatuan

    dan membujuk bunga-bunga berwarna menjadi bagian dunia

    bersama cahaya dan tetesan hujan yang diturunkan dalam tafsir ayat-ayat untuk kaumMu

    dan mengajak akal yang berpikir

    tentang kristal beku bersama awan-awan menggulung

    dan perlahan Kau basahkan dunia

    Sementara ku begitu sulit mengerti

    Tuhan,,

    Aku ingin memahami dunia

  4. Kita akan…

    Suatu saat kita akan melukis langit

    Dan meminta tinta untuk membayangkan nama-nama kita

    Oleh ruh yang tiada pernah mati

    Kita akan memilih warna

    Dari hijaunya daun, beningnya embun,

    Mengganti langit lazuardi

    Aku kembali berkonotasi

    Dan memanggilmu dengan beberapa sebutan

    Dan menghidupi cerita dalam kata-kata maya

    Ketika kau buka kamus buatanku

    Yang ada hanya sederet kata sifat

    Dari seseorang yang belum terganti

    Aku masih ingin mencari makna kias

    Yang terungkap lisan dari hati

    Dan memanggilmu dengan nama sebenarnya

    Untuk satu waktu tiada ujung

    Yang selalu kulirihkan dalam doa

  5. Nyanyian Hati Malam Ini

    senada alunan menghibur kesendirian di dinginnya bayu

    melambainya daun menyisip bulan yang malu

    gemerisik rerumputan kering bertaruh suara merdu

    hanyut diriku terkantuk bawa mata sayu

    dendang lantunan malam terlarut bait lagu

    bintang bertabur mengerling lugu

    luasnya harapku surga dalam kalbu

  6. Allah, aku hampir tak mampu melihat ujian di balik nikmat dariMu..
    bantu hamba lebih tunduhkdan merendahkan diri…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: