PUISI II

Bagaikan

bagai langit yang terhampar merentang kilaunya bintang

senyum dewi malam menyibak mega jingga menawan

terbentangnya samudra bercermin surya menepis celah lautan

selembut desir angin mendamba aur bergoyang

damainya hati dalam anggun perempuan

Responses

  1. Angin-angin yang beralih

    benarkah angin ini mulai enggan dengan masa

    mengikuti suara burung-burung, menemani hingga sarangnya

    dan membawa benih-benih yang terjatuh ke tanah

    membujuk air untuk menari

    menerpanya hingga kehidupan baru tumbuh

    membelainya bersama senyum cahaya

    dan mengirimkan tanda begitu bunga-bunga telah menyapa dari tidurnya,

    benarkah kau begitu bosan?

    bersama kehidupanmu untukku

    mungkin telah bercerita burung-burung yang lapar, benih kering yang mati,

    air keruh merindu lautan untuk mengadu?

    dan udara panas yang terkirimkan hingga kini

    tiada pula kau kerjapkan tanda untuk rintik hujan yang menderas

    pastilah langkah ini semakin risau, menginginkan hembusmu menyapaku

    kicau bersahut yang semakin berlalu,

    berlalu bersama iringan sesalku
    for : global warming…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: